Ku dengar fakta bahwa di sekolah,, ya sekolah
Sekolah membentuk siswa untuk mendapat nilai bagus terhadap mata pelajaran yang tertera di rapor
Masing-masing pribadi yang mempunyai bentuk tidak beraturan, cenderung persegi, cenderung segilima,, sedangkan sekolah menginginkan kalian berbentuk lingkaran, - bukan - bukan sekolah yang menginginkan, tapi rapor yang menginginkan.
Singkat saja, saya pikir hanya di sekolah, namun di tempat kerja ku yang sekarang pun begitu.
Saya nyemplung ke STM, yaa saya yang mau.. Ga ada yang maksa saya
Saya pikir akan keren dan bikin bangga orangtua jika cewe masuk STM, namun "Innamal a'malu binniat" sesungguhnya sesuatu terjadi berdasarkan niatnya. Niat untuk keren2an hanya sampai selama saya di STM aja.
Keadaan saya pas magang, kirain juga bakal keren, hm tapi cewe ya cewe, kodrat cewe ngapain sih, admin dll
Tapi untungnya,, ada niat lain yang saya sampaikan kepada-Nya, saya ingin ditempatkan di sekolah yang saya bisa lebih dekat dengan-Nya. Dan alhamdulillah dikabulkan.
Di tempat kerja yang cenderung teknik, saya tidak bisa mendalami teknik, saya nyerah.
Ya jujur saya nyerah, kalian yang membaca dan mampu melewati bidang teknik bisa saja bilang "halah cengeng banget lu min baru disuruh belajar teknik aja ga sanggup, padahal belajar kan buat kebaikan masa depan lu"
Terserah kalian mau kritik apa, tapi menurut saya kerennya seseorang adalah kemampuan dia menjadi diri sendiri dan mengembangkannya.
Bayangkan kamu yang udah mampu teknik, yah macam engineer gitu dah nyemplung di pekerjaan administrasi, ngurus dokumen. Dipaksa untuk mengerti dan teliti mgnai administrasi,, saya yakin akan susah untuk mengembangkan dirinya.
Tulisan gue muter2 gini dah, intinya, jangan judge orang gabisa ini itu dibilang pecundang, mungkin bukan disitulah bidangnya. bantulah dia ;)
Rabu, 02 Desember 2015
Selasa, 03 November 2015
Little Story by Me
Hei,
Sedari SMK, saya semakin sering jualan ini itu. Kebutuhan organisasi akan uang, dan semakin sulitnya "minta" uang ke sekolah, membuat kami (saya dan teman-teman) terus berjualan.
Semakin ke sini, saya jadi semakin suka berjualan.
Mulai dari menjual jilbab, cemilan murah sampe yang harganya tinggi. Ditipu pun pernah di gambar keliatannya besar, tapi pas ambil barangnya ternyata kecil.
Huf banget ya, tapi Allah pasti punya rencana
Berdagang menyenangkan. Untung-rugi yang membuat semakin menyenangkan.
Lihat :) aku senang kan
Meski baru beberapa bulan magang saja-YA masih magang- memberanikan diri untuk berdagang.
Sukses hingga satu tahun, hingga saya jadi karyawan, hingga saat itu datang.
Manager HRD melarang saya berdagang,
sedangkan kira-kira sebulan dari perkataannya,, dia malah beli makanan yang dijual teman saya di kantor.
Saya juga penjual makanan.
Huf banget ya, tapi Allah pasti punya rencana
Sedari SMK, saya semakin sering jualan ini itu. Kebutuhan organisasi akan uang, dan semakin sulitnya "minta" uang ke sekolah, membuat kami (saya dan teman-teman) terus berjualan.
Semakin ke sini, saya jadi semakin suka berjualan.
Mulai dari menjual jilbab, cemilan murah sampe yang harganya tinggi. Ditipu pun pernah di gambar keliatannya besar, tapi pas ambil barangnya ternyata kecil.
Huf banget ya, tapi Allah pasti punya rencana
Berdagang menyenangkan. Untung-rugi yang membuat semakin menyenangkan.
Lihat :) aku senang kan
Meski baru beberapa bulan magang saja-YA masih magang- memberanikan diri untuk berdagang.
Sukses hingga satu tahun, hingga saya jadi karyawan, hingga saat itu datang.
Manager HRD melarang saya berdagang,
sedangkan kira-kira sebulan dari perkataannya,, dia malah beli makanan yang dijual teman saya di kantor.
Saya juga penjual makanan.
Huf banget ya, tapi Allah pasti punya rencana
Let me begin
Hai,
gue di sini ga berharap orang-orang baca blog ini.
Hanya untuk meringankan beban hati aja.
Ya.. Saya wanita, yang sering menghubungkan apapun dengan hati
Let me Begin
Langganan:
Komentar (Atom)